Kamis, 29 Desember 2011

Kerusuhan Marak, TNI Belum Perlu Dilibatkan

Rabu, 28 Desember 2011 | 15:52

[MEDAN, Suara Pembaharuan] Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air masih terkait keamanan publik sehingga penanganannya masih diserahkan ke pihak kepolisian.

"Karena terkait keamanan publik, penanganannya diserahkan ke pihak kepolisian," katanya di Bandara Polonia Medan, Rabu (28/12), ketika akan menghadiri natal akbar di Stadion Teladan.

Di VIP Room Bandara Polonia Medan, Menhan ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Kementerian Pertahanan dalam mengatasi sejumlah konflik di tanah air. Diantaranya, kerusuhan di Freeport Papua, konflik di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dan kasus Mesuji di Lampung.

Namun mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menegaskan berbagai kerusuhan belum kategori kerusuhan internal yang perlu keterlibatan TNI. Sebab masih bersifat keamanan publik dan penanganannya diserahkan ke pihak kepolisian berdasarkan ketentuan perundang-undangan. "Jadi, silahkan dipertanyakan ke pihak kepolisian," katanya.

Sebelumnya, sejumlah kerusuhan terjadi di berbagai daerah, termasuk peristiwa yang menimbulkan korban jiwa. Di Lampung, sejumlah warga dilaporkan tewas karena terlibat dalam bentrokan yang diduga karena sengketa lahan.

Demikian juga puluhan warga yang berunjuk rasa dengan menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB. Namun unjuk rasa itu berakhir dengan bentrokan dan dua warga dilaporkan tewas terkena peluru petugas yang melakukan penertiban.

Pengunjuk rasa yang tewas tersebut diketahui bernama Arif Rahman (18) dan Syaiful (17), keduanya warga Desa Suni, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB. [Ant/A-21]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog